
Bojonegoro (MAN 1) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Aula MAN 1 Bojonegoro, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini berlangsung khidmat, edukatif, dan sarat makna dengan mengusung tema:“Al Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad SAW: Bukan Sekadar Kisah, Namun Perjalanan Penuh Hikmah. Kehidupan Nabi Menginspirasi Gen-Z.”
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini dikemas secara berbeda melalui dialog interaktif inspiratif, sebagai upaya mendekatkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan realitas kehidupan generasi muda, khususnya peserta didik MAN 1 Bojonegoro.
Pra Acara: Hadrah Syifaul Qolbi
Kegiatan diawali dengan pra acara berupa penampilan Grup Hadrah Syifaul Qolbi. Lantunan shalawat yang dibawakan dengan iringan rebana mampu menghadirkan suasana religius dan menenangkan, sekaligus membangun kesiapan spiritual seluruh peserta sebelum memasuki acara inti.
Dialog Interaktif: Inspirasi dari Guru Madrasah
Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif bertema Isra Mi’raj yang menghadirkan narasumber internal madrasah, yaitu:
Albar Jazir, S.Pd.(Guru Matematika / Guru Dedikatif)
Menyampaikan tips agar senantiasa istiqamah dalam menunaikan salat, serta mengaitkan konsep matematika dengan pembuktian ilmiah bahwa bumi berbentuk bulat. Ia juga menjelaskan keterkaitan antara ibadah salat dengan pendekatan matematis yang logis dan rasional.
Alfan Maghfuri, S.H.(Guru PAI / Guru Inspiratif)
Mengupas sisi astronomi dalam penyempurnaan ibadah salat, khususnya terkait penentuan arah kiblat dan waktu salat secara presisi, sehingga peserta didik memahami bahwa Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.
Dian Nurul Safitri, S.Pd.(Guru Matematika / Guru Inovatif)
Menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan salat dan dalam proses belajar. Menurutnya, kedisiplinan merupakan kunci sah dan diterimanya ibadah, sekaligus menjadi jalan keberkahan dalam menuntut ilmu, khususnya ilmu matematika. Ia memotivasi peserta didik agar mampu menjaga keseimbangan antara ibadah dan belajar demi meraih cita-cita terbaik.

Dialog berlangsung aktif dan komunikatif dengan melibatkan peserta didik melalui sesi tanya jawab dan refleksi. Dengan demikian, nilai-nilai Isra Mi’raj tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Menanamkan Nilai Spiritual dan Karakter Gen-Z
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bojonegoro berharap peserta didik mampu meneladani perjuangan dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, serta menjadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, dan membangun karakter positif di tengah tantangan era digital.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar seluruh keluarga besar MAN 1 Bojonegoro senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (Humas)
Tinggalkan Balasan